Kepala Dusun Madukoro, Pak Joko Slamet, S.Pd., Gr., waktu ngobrol santai soal persiapan ini kelihatan mantap banget. Beliau bilang kalau Madukoro sudah siap seratus persen buat jadi tuan rumah yang baik. "Biasanya kalau giliran di Kecamatan Kertek itu jamaahnya sekitar 500 sampai 600 orang. Buat kami, jumlah segitu bukan beban, malah berkah. Kami sudah siapkan semuanya, mulai dari tempat yang nyaman sampai jamuan makannya. Pokoknya kita siap menjamu biar para kiai dan jamaah betah beribadah di sini," kata Pak Kadus dengan nada semangat. Memang, urusan memuliakan tamu itu sudah jadi mendarah daging buat warga Madukoro, apalagi tamunya orang-orang sholeh yang mau dzikir bareng.
Kegiatan Syuriyahan ini bukan cuma sekadar baca doa terus pulang, ya. Ini momen penting buat warga NU di Kertek buat dengerin wejangan langsung dari jajaran Rais Syuriyah. Biasanya isinya lengkap, mulai dari pembacaan Al-Qur'an yang bikin tenang, tahlilan buat kirim doa ke leluhur, sampai tausiyah yang seringnya ngasih solusi buat masalah sehari-hari—mulai dari urusan ibadah sampai urusan bermasyarakat. Jadi, jangan heran kalau nanti Masjid Nurul Muslimin bakal dipenuhi warna putih baju koko dan sarung jamaah yang datang dari berbagai ranting.
"Kita nggak cuma siapkan masjidnya saja, tapi hati warga Madukoro juga sudah 'siaga' buat melayani. Namanya juga menjamu tamu Allah, harus yang paling maksimal. Semoga besok acaranya lancar dan membawa barokah buat desa kita." - Joko Slamet, S.Pd., Gr.
Bagi warga sekitar, acara kayak gini juga jadi obat rindu buat kumpul-kumpul yang manfaat. Di tengah kesibukan harian di sawah atau di pasar, duduk bareng dalam satu majelis dzikir itu rasanya kayak "recharge" tenaga baru. Apalagi kalau sudah dengar tausiyah dari para kiai sepuh, rasanya pikiran yang tadinya ruwet jadi plong lagi. Nah, buat Anda yang kebetulan lagi di daerah Kertek atau Candimulyo, nggak ada salahnya lho ikut merapat. Selain bisa nambah ilmu, siapa tahu pulang-pulang bawa berkah dan ketenangan batin.
Persiapan di lapangan sendiri sudah dikoordinasikan dengan rapi. Bapak Joko Slamet juga sudah memastikan kalau alur parkir dan kenyamanan jamaah jadi prioritas. Warga Madukoro secara swadaya bahu-membahu menyiapkan hidangan—istilahnya "suguhan" yang layak buat tamu kecamatan. Ini bukti kalau semangat gotong royong di Candimulyo masih kencang banget. Jadi, catat tanggalnya ya: Sabtu besok di Madukoro. Mari kita ramaikan Masjid Nurul Muslimin, kita jadikan momentum ini buat mempererat silaturahmi sekaligus mendoakan Desa Candimulyo biar tetap aman, makmur, dan dijauhkan dari segala macam kesulitan. Sampai ketemu di lokasi!