S abtu pahing, 16 Mei nanti, mungkin akan menjadi pagi yang paling emosional bagi sebagian besar warga Desa Candimulyo. Di saat mentari baru saja menyapa puncak-puncak perbukitan Kertek, rombongan calon jamaah haji kita tidak akan langsung menuju bandara, melainkan berkumpul terlebih dahulu di Pendopo Kabupaten Wonosobo. Tempat yang penuh sejarah itu akan menjadi saksi bisu, di mana tangis haru keluarga akan melebur dengan doa-doa yang dipanjatkan oleh ribuan bibir. Kami di Pemerintah Desa Candimulyo memandang peristiwa ini bukan sekadar rutinitas pemberangkatan warga ke luar negeri. Ini adalah kulminasi dari kesabaran belasan tahun, sebuah manifestasi dari tabungan tetesan keringat yang dikumpulkan rupiah demi rupiah demi sebuah panggilan suci yang tak semua orang mendapat kesempatan untuk menjawabnya.
Berbicara tentang haji di tingkat desa adalah berbicara tentang realitas lapangan yang menyentuh hati. Kami sering duduk bersama warga, mendengar keluh kesah mereka tentang masa tunggu yang makin panjang—bahkan ada yang sudah mendaftar sejak anak mereka masih SD, dan baru berangkat saat anak tersebut sudah menimang cucu. Di sinilah letak autokritik kami sebagai pelayan masyarakat; apakah kami sudah cukup memberikan edukasi finansial dan kesehatan agar warga tetap bugar dan siap saat waktu itu tiba? Di bawah payung UU Desa 2024 yang baru, desa diberikan otoritas lebih luas untuk mengelola kemandirian, namun seringkali urusan spiritual seperti ini dianggap sebagai urusan pribadi. Kami tidak setuju. Bagi Pemdes Candimulyo, kebahagiaan spiritual warga adalah indikator kesejahteraan yang tak ternilai harganya.
Daftar Mulia Calon Jamaah Haji Candimulyo 2026
| Nama Jamaah |
Detail Lokasi & Domisili |
| MUSLIMAH |
GONDANG RT. 011 RW. 003, CANDIMULYO – KERTEK |
| SLAMET ALMUKHALIM, SH |
KALIKUTO RT. 016 RW. 004, CANDIMULYO - KERTEK |
| IIN NING HALIMAH |
KALIKUTO RT. 016 RW. 004, CANDIMULYO - KERTEK |
| RINI RODHIYAH |
KALIKUTO RT. 019 RW. 004, CANDIMULYO - KERTEK |
| A. SUJADI |
KALIKUTO RT. 019 RW. 004, CANDIMULYO - KERTEK |
| BIDAYATUL HIDAYAH |
KALIKUTO RT. 021 RW. 005, CANDIMULYO - KERTEK |
| SURYANTO |
KALIKUTO RT. 021 RW. 005, CANDIMULYO - KERTEK |
| SUTIRAH |
KALIKUTO RT. 021 RW. 005, CANDIMULYO - KERTEK |
| AMIR HAMZAH |
KALIKUTO RT. 021 RW. 005, CANDIMULYO - KERTEK |
| PURYADI HARWANDI |
CANDIROTO RT. 026 RW. 006, CANDIMULYO - KERTEK |
Nama-nama di atas bukan sekadar barisan teks dalam tabel. Mereka adalah tetangga kita, rekan kita saat kerja bakti, dan sosok yang sering kita temui di masjid desa. Keberangkatan Bapak Slamet Almukhalim, SH dan Ibu Iin Ning Halimah misalnya, menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Ibu Iin, bidan desa kita, yang sehari-harinya berjibaku dengan timbangan bayi dan tensimeter, kini bersiap membawa doa-doa pasiennya ke hadapan Ka'bah. Kami di desa sempat "guyon" santai, jangan-jangan nanti saat di Mekkah, beliau masih kepikiran jadwal imunisasi warga. Inilah Candimulyo—desa di mana urusan kesehatan dan spiritualitas berkelindan erat, tak terpisahkan oleh jarak ribuan kilometer.
Album Jamaah Haji Kec. Kertek Tahun 2026
Silakan geser/scroll untuk melihat dokumentasi album digital jamaah
Dalam perspektif tata kelola desa pasca-UU Desa 2024, tantangan kita memang nyata. Dana Desa seringkali diarahkan untuk hal-hal fisik yang kasat mata. Namun, bagi Kepala Desa Bapak Parman, investasi pada "kebahagiaan warga" adalah prioritas yang tak bisa ditawar. Beliau sering berkata, "Apa gunanya jalan mulus kalau warganya tidak rukun atau tidak punya kesempatan beribadah dengan tenang?" Maka dari itu, Pemdes Candimulyo selalu berupaya hadir di setiap prosesi keberangkatan warga. Bukan untuk pamer jabatan, tapi untuk memastikan bahwa negara—lewat level paling dasar yaitu desa—hadir mendampingi mereka hingga ke gerbang Pendopo Wonosobo.
"Menjadi pemimpin di Candimulyo itu berat kalau hanya mengandalkan aturan di atas kertas. Kita harus pakai rasa. Saat melepas jamaah haji di Pendopo nanti, rasa itulah yang kita bawa. Doa mereka adalah benteng bagi desa kita dari segala marabahaya."
— Parman, Kepala Desa Candimulyo.
Pengumuman Penting Polindes: Sehubungan dengan keberangkatan Ibu Bidan Iin Ning Halimah ke Tanah Suci, operasional Polindes untuk sementara akan dikawal oleh pembantu Polindes dan kader kesehatan terlatih di bawah supervisi Puskesmas Kertek. Pelayanan tetap dibuka seperti biasa. Mohon doa restu agar Ibu Bidan dapat beribadah dengan khusyuk.
Filosofi pembangunan masa depan Candimulyo adalah "Sejahtera Lahir, Tenang Batin". Kita belajar dari desa-desa lain yang mungkin lebih maju secara industri namun kehilangan identitas sosialnya. Di Candimulyo, kita tidak mau begitu. Koperasi desa dan BUMDes kita upayakan untuk bisa menopang ekonomi warga, sehingga impian berangkat haji tidak perlu menunggu usia senja. Kita ingin anak-anak muda Candimulyo punya semangat menabung sejak dini. Panggilan haji adalah marathon spiritual, bukan sprint. Dan desa akan selalu menjadi tempat start sekaligus garis finish yang penuh keberkahan bagi mereka.
Timeline Keberangkatan & Logistik
- Sabtu, 16 Mei 2026: Kumpul di Pendopo
Seluruh jamaah wajib hadir di Pendopo Kabupaten Wonosobo tepat waktu untuk prosesi pelepasan resmi oleh Bupati.
- Sowan Pamitan: Awal Mei
Pemdes dan perangkat desa mengunjungi kediaman jamaah satu per satu sebagai bentuk penghormatan dan penguatan tradisi.
- Kepulangan: Estimasi 40 Hari Kemudian
Pemdes menyiapkan penyambutan sederhana di batas desa sebagai ungkapan syukur kembalinya warga.
Refleksi Autokritik: Kami menyadari bahwa sistem informasi desa terkait jadwal keberangkatan kadang masih manual. Ke depan, lewat portal desa ini, kami mengharapkan jadwal dan album digital akan terintegrasi secara otomatis demi kenyamanan warga.
Menutup catatan ini, kami atas nama Pemerintah Desa Candimulyo mengucapkan selamat menjalankan ibadah haji kepada seluruh warga yang berangkat. Di tengah teriknya matahari padang pasir nanti, ingatlah bahwa ada doa-doa yang sejuk mengalir dari lereng Sumbing dan Sindoro ini. Semoga setiap rukun haji dijalankan dengan sempurna, dan semoga kembali ke Candimulyo dengan predikat mabrur. Bagi warga yang ditinggalkan, mari kita jaga kekompakan, jaga keamanan lingkungan, dan pastikan keluarga yang ditinggalkan merasa aman karena kita adalah satu keluarga besar. Sampai jumpa di hari kepulangan nanti, dengan cerita-cerita penuh berkah dari tanah para Nabi.